Sharingan 3 - Naruto
Sejarah digunakan untuk mempelajari masa lalu dan yang masih ada kaitannya dengan masa kini dan selanjutnya digunakan untuk menentukan langkah kita di masa depan. - Edward Aria Jalu-

Sejarah Bangsa Sumeria

Sumeria adalah sebuah peradaban umat Manusia tertua di Dunia yang terletak di wilayah Timur Tengah tercatat dalam sejarah (sekitar 3.500 - 2.300 tahun SM) bangsa Sumeria berada di wilayah kota negara Mesopotamia kuno (Irak Tenggara) dari catatan terawal abad ke-4 SM sampai munculnya Babilonia pada abad ke-3 SM. Mereka telah mengenal bercocok tanam dan sudah memiliki sistem pengairan. Bangunan-bangunan mereka dibuat dari lumpur. Mereka juga menganut agama Politheisme (lebih dari satu tuhan/dewa).

Sejarah Peradaban Mesopotamia

Mesopotamia berasal dari bahasa Yunani dari kata “Mesos (Tengah)” dan Patmos (Sungai), yang artinya “daerah diantara sungai-sungai”. Sungai yang dimaksud adalah sungai Trigis dan sungai Eufrat.

Peradaban Lembah Sungai Indus

Peradaban Lembah Sungai Indus berada sepanjang Sungai Indus di Pakistan sekarang ini. Puing Mohenjo-daro difoto di atas merupakan pusat dari masyarakat kuno ini.

Peradaban China Kuno

Asia Timur sering disebut dengan istilah Timur Jauh, terjemahan dari bahasa Inggris The Far East. Istilah dalam bahasa Inggris, The Far East itu merupakan imbangan terhadap istilah-istilah The Near East dan The Middle East.

Peradaban Mesir Kuno

Mesir Kuno adalah sebuah peradaban kuno yang terletak di bagian timur-laut Benua Afrika. Terpusat di sepanjang hilir Sungai Nil, peradaban ini berawal dari unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM.

Rabu, 30 April 2014

Peradaban Lembah sungai Kuning

Peradaban China Kuno



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPwD89H_P6ZnNo-33flgF_n14xeDhutG02Os7Q7RIb1ow5W1n98uYRAONYyUJ2qTrSZHvNRGhyphenhyphen7KfDnLWQ2_uk4pCx2nY6GZyGB23U9jq3fS95xzB13rm2K2tV3wAV__tM6Dm7NKozg_o/s400/4.jpg
Asia Timur sering disebut dengan istilah Timur Jauh, terjemahan dari bahasa Inggris The Far East. Istilah dalam bahasa Inggris, The Far East itu merupakan imbangan terhadap istilah-istilah The Near East dan The Middle East. Selama berabad-abad Asia Timur berada dalam isolasi relatif, karena berabad-abad sampai pertengahan abad 19, terletak dipinggiran daratan Asia sebelah timur teristimewa jauh dari jangkauan pengaaruh kekuasaan Eropa. Masyarakat-masyarakat di Asia Timur juga berabad-abad berada dalam kestabilan relatif atau kemantapan relatif, karena dijiwai oleh kekuatan-kekuatan spritual yang hampir sama. Pada umumnya kekuatan spiritual yang memenatapkan masyarakat Asia Timur sampai abad ke 20 bersumber dari Kebudayaan Cina. Sampai abad ke 19 pengaruh kebudayaan Cina masih kuat dalam masyarakat Asia Timur. Cina merupakan induk dari peradaban di Asia Timur. Walaupun ada perbedaan besar antara masyarakat di Jepang, Korea dan Cina, tapi jiwa dari kebudayaan daerah-daerah tersebut hampir sama. Korea dan Jepang sangat mewarisi kebudayaan Cina. Jepang menerima warisan kebudayaan dari Cina baik melalui Korea maupun dari Cina langsung.

Cina adalah negara terbesar di Asia timur dan selama berabad-abad selalu menduduki posisi penting dalam sejarah Asia Timur. Sampai akhir abad ke 19, Korea dan Jepang kebudayaannya masih berinduk pada Cina. Cina merupakan sumber peradaban bagi banyak bangsa yang hidup di Asia Timur. Cina juga merupakan negara yang memiliki peradaban tua. Cina memiliki wilayah yang begitu luas serta keadaan alam yang sangat heterogen, sejarah bangsa Cina juga sudah di mulai berabad-abad sebelum masehi. Dataran Cina sangatlah luas dan ada beberapa macam-macam tanah dan daerah. Hal ini akan menyebabkan bermunculan berbagai tanaman, tumbuhan dan binatang. Daerah yang beraneka ragam merupakan salah satu faktor tumbuh dan berkembangya kebudayaan suatu negara. Hal yang istimewa dari Cina walaupun wilayahnya luas dan berbeda namun tetap bisa bersatu.


A. AWAL PERADABAN DI CINA
Cina merupakan salah satu negara di daratan Asia timur memiliki peradaban yang cukup tua. Wilayah Cina merupakan wilayah yang cukup terisolir oleh gurun dan pegunungan-pegunungan yang membentang luas di sekitar wilayah Cina. Masyarakat Cina terdiri dari lima etnis yaitu bangsa Han, Manchu, Mongol, Tark dan Tibet. Dalam perkembanganya wilayah Cina yang terisolir tapi wilayah Cina memiliki keunikan tersendiri yaitu dari segi tulisan yang berbeda, walaupun wilayah Cina begitu luas namun dapat bersatu. Namun karena terisolirnya wilayah Cina menyebabkan mereka tidak mengetahui perkembangan peradaban yang berada di luar wilayahnya. Sehingga bangsa Cina merasa menjadi pusat peradaban karena memiliki peradaban tertinggi di antara wilayah di sekitarnya diantaranya Korea, Jepang dan Indocina. Tapi hal itu disebabkan Cina tidak mengetahui dunia luar yang sudah maju seperti Mesir, Mesopotamia, dan negara-negara Eropa.

peta cina
Gambar : Peta Negara Cina


Dengan kondisi yang terisolir namun Cina memiliki kekayaan alam yang luar biasa, maka mata pencaharian orang-orang tidak jauh-jauh dari kekayaan alamnya, yaitu pertanian. Corak pertanian di Cina ialah mengolah setiap jengkal tanah dengan intensif. Pada saat itu pertanian sawah berkembang lebih dari yang lain, karena jenis pertanian ini lebih cocok di sub tropis yang memiliki banyak air untk mendukung tanaman padi. Sementara itu untuk perternakan dilakukan nomadic, ciri khas mereka adalah menggunakan tenda, sehingga mudah bila ingin berpindah-pindah. Hewan yang diternakan yaitu sapi, domba, kuda dan lain lain. Hewan-hewan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan nomadic seperti susu, daging, keju, mentega, kulit dan wol. Jadi pada masa ini mata pencaharian orang-orang Cina kuno dibagi menjadi tiga yaitu pertanian, peternakan dan campuran antara keduanya.

Tanah yang subur pada umumnya terletak di lembah sungai yang sangat padat penduduknya. Tidak seluruh Cina subur tanahnya, terdapat juga gurun dan padang rumput. Luas tanah yang subur hanya sebagian kecil wilayahnya. Tanah loss di Cina Utara subur asal ada air. Di Honan, Shausi dan Shensi orang sangat hemat dengan tanah sehingga banyak orang membuat rumah di Tanah Loss di kaki bukit, supaya tersedia cukup tanah untuk pertanian. Dalam membuka lahan pertanian, hutan-hutan dibakar tanpa memperhitungkan akibatnya. Dahulu keadaan Tanah Loss berbeda dengan sekarang, sekarang daerah ini gundul dan kering. Hujan di Cina Utara sangat terbatas sehingga musim kemarau dan banjir sering menimbulkan bahaya kelaparan. Sekarang di RRC mengadakan penghijauan di Shansi dan Shensi. Di Sungai Kuning dibangun sebuah bendungan raksasa untuk menaggulangi banjir dan mengairi daerah pertanian. Bendungan raksasa juga dibangun di Sungai Huai untuk maksud yang sama.

Sementara di Cina Selatan lebih banyak turun hujan dan waktu bercocok tanam tidak terlalu dipengaruhi oleh musim. Panen dapat dilakuakan dua kali setahun. Disana juga tidak terjadi pengrusakan hutan, sehingga banyak terdapat bukit-bukit berbatu granit yang tandus dan gundul. Sebagai akibat dari kelebihan penduduk agraris terjadi imigrasi petani. Dari Cina Selatan terjadi emigrasi ke Nan Yang (Asia Tenggara) dan daerah-daerah pasifik. Di Indonesia misalnya banyak terdapat orang Cina yang berasal dari Fukien dan Kwanngtung. Dari daerah ini sejak berabad-abad dahulu para pedagang sering merantau ke Nan Yang. Sejak pertengahan abad ke 19 terjadi emigrasi besar-besaran dari Cina Selatan yang terdiri dari petani, nelayan, buruh perkebunan, pertambangan, dan orang yang berhasil dalam perdagangan dan perindustrian.

Dari Cina Utara terjadi emigrasi petani ke Sinkiang, Mongolia dan Mancuria. Penduduk Mancuria sekarang 90% adalah orang Cina. Orang Manchu sendiri hanya ± 2 % dan orang Mongolia ± 4%, Korea ± 3% dan ada juga keturunan orang Rusia. Di Cina banyak terkandung barang tambang. Batu bara terdapat hampir disetiap propinsi, yang terbanyak di Kansu, Shensi, Honan dan Manchuria. Biji Besi paling banyak terdapat di Manchuria (2/3 dari seluruh persediaan RRC). Disana juga terkandung timah, tungsten (walfarm), antimonium, tembaga dll. Potensi tenaga air juga cukup besar, terutama di sungai Yangtse. Tetapi minyak bumi baru sedikit dihasilkan di Kansu dan Shensi dan persediaan terbesar di Shinkiang.

Cina sekarang memerlukan banyak sekali baja dan besi untuk membangun industri berat. Pusat Industri berat terbesar terdapat di Anshan (Mancuria Selatan), juga sangat terkenal tanur-tanur tinggi di pabri-pabrik baja di Hanyang (Wuhan). Dengan tujuan mencapai kemajuan besar dalam bidang perekonomian dalam bidang industri ditetapkan tahun 1958 sebagai (tahun melompat jauh) atau “Tahun Lompatan Raksasa” Untuk menghasilkan baja didirikan puluhan ribu tanur yang dikerjakan pada musim gugur dan dingin oleh petani, pelajar dan pegawai kantoran. Produksi baja juga dijadikan sasaran pabrik proyek tersebut. Dalam pertanian target ditujukan pada produksi gandum, padi dan kapas.

peta dinasti cina kuno
Gambar : Peta Dinasti Cina Kuno



B. PEREKONOMIAN DINASTI–DINASTI DI CINA
1. Dinasti Shang
Perdaban Shang dan penerusnya merupakan peletak dasar perkembangan peradaban Cina yang agraris dengan sistem pengairan. Kebudayaannya dibangun dari hasil kerja petani. Pada Zaman Shang sudah terdapat banyak kota, yang menjadi pusat kehidupan golongan aristokrat. Di kota-kota sudah terdapat industri kerajinan tangan, yang melayani kebutuhan hidup rumah tangga penguasa (raja dan bangsawan). Untuk keperluan tersebut terjadi perdagangan barang-barang mewah dan pemakaian tenaga budak untuk produksi. Tenaga kerja pertanian dan buruh industri diambil dari budak-budak raja dan bangsawan. Para petani menanam gandum dan pohon kertau untuk memelihara ulat sutera, juga memelihara sapi, babi, biri-biri dan kuda. Kain sutera ditenun untuk pakaian bangsawan, sedangkan rakyat berpakaian dari bahan kasar yng ditenun dari urat tumbuhan. Teknik menenun sudah maju, industri kerajinan juga sudah maju, hasilnya sudah mendekati keramik porselen.

Dengan munculnya dinasti Shang dimulailah zaman sejarah di Cina dengan adanya peninggalan-peninggalan bersejarah. Kesenian perunggu dari zaman Shang telah mencapai puncak yang tinggi, menghasilkan periuk-periuk dan jambangan dari perungu dalam bentuk dan hiasan yang paling bagus. Juga dihasilkan benda-benda seni dari batu giok, marmer tanduk rusa, gading, tulang, benda keramaik dll. Gaya hiasan dari benda-benda itu terkenal dengan sebutan “Langam Binatang”. Periuk-periuk tripod perunggu dan lencana-lencana batu giok dipakai dalam upacara-upacara keagamaan. Periuk-periuk tersebut dijadikan lambang kekuasaan raja-raja Cina kuno. Untuk keperluan sehari-hari dibuat periuk-periuk dari tanah. Hasil barang-barang keramik dari zaman itu sudah mendekati porselen, ada yang putih bening, hanya belum mengkilat seperti poselen. Karena perunggu tidak banyak, dijadikan harta benda berharga dan disimpan sebagai modal. Pemakaian secara umum benda logam untuk keperluan sehari-hari tidak pernah terjadi, untuk itu dipakai barang-barang keramik. Hal ini merupkan pendorong untuk menghasilkan barang-barang keramik yang berkualitas baik, sehingga di Cina dengan cepat ditemukan porselen.

2. Dinasti Chou
Suku bangsa yang menghancurkan dinasti Shang, mendirikan dinasti Chou. Mereka mula-mula hidup sebagai bangsa semi nomad yang lebih mengutamakan peternakan tapi juga sudah mengenal pertanian. Sistem pembagian tanah sumur-tegalan (sistem Ching Tien) di Cina berasal dari zaman Chou.

3. Dinasti Chin
Pada tahun 359 SM, pada masa pemerintahan Hsiao dilakukan perubahan besar dalam organisasi sosial dan politik, yang dilakukan oleh perdana mentri Shan Yang (359-338SM). Sistem pembagian tanah dihapuskan dan diganti dengan pemilikan tanah oleh petani. Pada masa dinasti Chin ini tanah boleh diperjual belikan secara bebas. Peristiwa penting ketiga yang terjadi pada masa Chin adalah pembangunan Tembok Besar Cina yang dimulai pada tahun 220 SM. Pekerjaan ini merupakan penyelesaian dan penyempurnaan dari tembok yang sudah ada sejak tahun 500 SM. Tembok yang sudah ada dijadikan satu, tembok ini memanjang dari Sanhaikuan (pantai pulau Liaotum) sampai ke daerah Ordos, kemudian diperpanjang sampai ke Tunghuang di Khansu.

4. Dinasti Han
Sistem ekonomi yang pernah diterapkan yaitu wu wei jing zi (sistem perekonomian bebas) dan selain itu ada istilah wu wei er zi (sistem perekonomian tidak mencampuri) yang di berlakukan pada awal dinasti Han setelah kejatuhan dinasti Qing akibat pemberontakan petani yang membawa kehancuran dibidang ekonomi.

5. Dinasti Sui dan Tang
Dinasti Sui (589-906M) mempersatukan kembali Cina mempelopori dinasti yang lebih besar, yaitu dinasti Tang (618-906M). Puncak kejayaan jaman Tang dicapai pada masa pemerintahan cucu Kao Tsung, yaitu Ming Huang (712-756M). Pada masa ini Cina mencapai wilayah yang luas, di Barat berbatasan dengan Kerajaan Abasiah, dialami masa keemasan kesenian Cina, terutama puisi.

6. Zaman Lima Dinasti dan Shung
Pada zaman Sung perdagangan melaui Asia Tengah makin mundur, karena Asia Tengah terjadi peperangan antar suku. Di masa ini Cina berorientasi pada perdagangan laut dan terjadi kemajuan dibidang pelayaran. Namun Di jaman Sung terjadi perkembangan pemilikan tanah besar-besaran oleh tuan tanah dari kaum gentry. Hal ini sangat merugikan petani kecil, karena dua hal, yaitu :
1. para pegawai diberikan penghasilan tambahan dari tanah, dan dibebaskan pajaknya dan mereka berusaha memiliki tanah sebanyak-banyaknya.

2. Sistem pajak disederhanakan dan hanya berdasarkan luas tanah, tetapi dalam prakteknya pajak itu dibebankan pada petani kecil. Keuangan negara makin buruk, penggelapan pajak oleh pemilik tanah makin merajalela. Selain itu Sung harus membayar upeti kepada bangsa-bangsa penguasa di perbatasan Utara dan Barat Laut. Jumlah yang harus dibayarkan makin besar. Pada abad ke-11 terjadi krisis ekonomi, untuk mengatasinya diangakat Wang An Shih (1021-1086) seabagai mentri keuangan tahun 1056M. Ia berasal dari keluarga gentry yang miskin di Kiang Shi, ia pembela petani kecil dan pedagang kecil. Ia membuat rencana pembahuaruan politik ekonomi yang terdiri dari 1) merubah ekonomi pengangkutan, 2) mengadakan monopoli perdagangan dan pengangkutan oleh negara, 3) mendirikan bank patani untuk memberi pinjaman kepada petani kecil, 4) mengganti sistem pajak dan menghapuskan pembebasan pajak tanah dan menaiukan gaji pegawai, 5) memperbaharui sisttem ujian dan 6) melakukan milisi rakyat.

7. Zaman Kekuasaan Mongolia
Kekaisaran Mongolia adalah kekaisaran kedua terbesar dalam sejarah dunia, sesudah Imperium Britania, menguasai sekitar 33 juta km² pada puncak kejayaannya, dengan perkiraan penduduk sebanyak di atas 100 juta orang dan menjadi yang paling kuat diantara semua kekaisaran abad pertengahan. Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 M sesudah mempersatukan suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih diantara sesama dan memulai banyak penaklukan di seluruh benua Eurasia yang dimulai dengan penaklukan dinasti Xia Barat di Republik Rakyat Cina Utara dan Kerajaan Khawarezmi di Persia. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara ke Eropa tengah. Selama keberadaannya, Mongolia melakukan pertukaran budaya antara Timur, Barat dan Timur Tengah sekitar abad ke-13 dan 14. Kekaisaran Mongolia dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; Dinasti Yuan (Tiongkok), Ilkhanate (Persia), Chagatai Khanate (Asia Tengah), dan Golden Horde (Rusia). Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan. Dinastinya merupakan dinasti pertama yang memerintah seluruh Cina dari Beijing sebagai ibu kotanya.

Bangsa mongol menyadari pentingnya pendapatan lewat pajak dan perdagangan ketimbang kegiatan perampokan yang dilakukan oleh leluhur mereka. Mereka menerapkan sistem pajak yang telah diterapkan semasa dinasti tang,dimana rakyat harus membayar pajak dalam bentuk gandum, tekstil atau barang lainnya, serta kerja wajib bagi negara. Inilah sebabnya mengapa sistem ini disebut dengan zuyongdiao. Para petani diharuskan untuk membayar pajak dua kali dalam setahun yang disebut dengan sistem Liangs-huifa. Untuk memperlancar transportasi dan perdagangan, dibangunlah suatu terusan antara lembah sungai Yangzi dengan Khanbaligh. Hubungan perdagangan lewat laut juga masih memberikan kontribusi besar, dimana hal ini dimungkinkan oleh kemajuan teknologi pembuatan kapal semasa Dinasti Sang.

Peradaban Lembah Sungai Indus

Peradaban Lembah Sungai Indus

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnlz1x2IbyB7i2Wn5DUrtOLdb1G_F64Ni-WBrSAmXm6eAyHYeuk5hnoQCHPrFdhNxeNLPNeqKcBCoZLLdnGw7jpSlKgC0Ir3D6J1VzCc2Cyr2nPyRtOhWFkCuHeuIHpw1ctYnAXJLqfmGV/s1600/slide72.jpg
Peradaban Lembah Sungai Indus berada sepanjang Sungai Indus di Pakistan sekarang ini. Puing Mohenjo-daro difoto di atas merupakan pusat dari masyarakat kuno ini.
Peradaban Lembah Sungai Indus, 2800 SM–1800 SM, merupakan sebuah peradaban kuno yang hidup sepanjang Sungai Indus dan Sungai Ghaggar-Hakra yang sekarang Pakistan dan India barat. Peradaban ini sering juga disebut sebagai Peradaban Harappan Lembah Indus, karena kota penggalian pertamanya disebut Harappa, atau juga Peradaban Indus Sarasvati karena Sungai Sarasvati yang mungkin kering pada akhir 1900 SM. Pemusatan terbesar dari Lembah Indus berada di timur Indus, dekat wilayah yang dulunya merupakan Sungai Sarasvati kuno yang pernah mengalir. [1]
harappaSebuah peradaban tinggi bernama Harappa pernah berada di India pada ribuan tahun yang lalu dengan lay-out kota yang sangat canggih.
 Penemuan kebudayaan di sungai India kuno, berawal pada abad ke-19 (tahun 1870), dan mulai dieksplorasi oleh bangsa Inggris. Hingga sekarang, penggalian kebudayaan sungai India kuno tidak pernah berhenti, bahkan menemukan lagi sebuah aliran sungai kuno lainnya, pada dua sisi aliran sungai kuno ini tidak sedikit ditemukan juga peninggalan kuno lainnya.
Di abad 20, awal tahun 1980-an, Amerika dan Pakistan membentuk Lembaga Arkeologi Amerika-Pakistan, dan dengan demikian pekerjaan arkeologi semakin maju.
Kejayaan Sebuah Peradaban
harappa1
Munculnya peradaban Harappa lebih awal dibanding kitab Veda, saat itu bangsa Arya belum sampai India. Waktunya adalah tahun 2500 sebelum masehi, bangsa Troya mendirikan kota Harappa dan Mohenjondaro serta kota megah lainnya didaerah aliran sungai India. Tahun 1500 sebelum masehi, suku Arya baru menjejakkan kaki di bumi India Kuno.
Asal mula peradaban India, berasal dari kebudayaan sungai India, mewakili dua kota peninggalan kuno yang paling penting dan paling awal dalam peradaban sungai India, yang sekarang letaknya di kota Mohenjodaro, propinsi Sindu Pakistan dan kota Harappa dipropinsi Punjabi.
Menurut penentuan karbon 14, keberadaan kedua kota ini seharusnya adalah antara tahun 2000 hingga 3000 sebelum masehi, lagi pula kota Harappa mengekskavasi perkakas batu 10 ribu tahun lampau. Luasnya kurang lebih 25 km persegi.
Awal abad ke-20, arkeolog Inggris Marshell mengekskavasi kota kuno Mohenjondaro dan Hara. Hasilnya tingkat kesibukan dan keramaian kedua kota tersebut membuat Marshell terkejut. Ini adalah bekas ibukota dua negara merdeka pada jaman peradaban sungai India antara tahun 2350-1750 sebelum masehi, penelitian lebih lanjut menghasilkan perhitungan, dua kota masing-masing terdapat sekitar 30 hingga 40 ribu penduduk, lebih banyak dibanding penduduk kota London yang paling besar pada abad pertengahan.
Kota dibagi 2 bagian yaitu kota pemerintahan dan kota administratif. Kota administratif adalah daerah pemukiman, tempat tinggal yang padat dan jalan raya yang silang menyilang, kedua sisi jalan banyak sekali toko serta pembuatan barang-barang tembikar. Kota pemerintahan adalah wilayah istana kerajaan. Fondasi bangunan yang luas membuat jarak terhadap penduduk, pagar tembok yang tinggi besar disekeliling dan menara gedung mencerminkan kewibawaan Raja. Sistim saluran air bawah tanah yang sempurna dengan menggunakan bata membuat kehidupan kota manusia sudah berubah menjadi nyata
 Puing-puing menunjukkan Harappa merupakan sebuah kota yang mempunyai rancangan bangunan disekeliling ruang lingkup tertentu, kurang lebih menggunakan bahan yang sama, segalanya sangat teratur, bahwa pada tahun 3000 sebelum masehi, orang-orang membangun kota dengan skala yang sedemikian, memperlihatkan tingginya peradaban mereka. Kedua kota ini hilang pada tahun 1750 sebelum masehi, kira-kira dalam waktu 1000 tahun kebelakang, didaerah aliran sungai India tidak pernah ada lagi kota yang demikian megahnya, namun pada 500 tahun lampau, ketika bangsa Arya datang menginvasi, kebudayaan Harappa sudah merosot.
Sejarah peradaban India kuno lalu menampakkan suatu kondisi patah, hingga muncul kerajaan baru pada abad ke-6 sebelum masehi, peradaban kota baru jaya kembali di aliran sungai India. Perkembangan peradaban tinggi India kuno terhadap bangkit dan musnahnya budaya Harappa, telah menambah sebuah misteri pada peradaban India
India adalah negara yang memiliki sejarah peradaban tinggi. Para ahli sejarah memperkirakan peradaban Lembah Sungai Indus pada kurun waktu 2800 SM–1800 SM. Peradaban India Kuno ini dikenal sebagai peradaban Harappa karena penggalian pertamanya di kota Harappa. Adalah seorang arkeolog berkebangsaan Inggris bernama Sir John Hubert Marshall yang mengungkapkan adanya kota kuno Harappa dan Mohenjondaro pada awal abad ke-20.
Peradaban kuno tersebut berada di tepi aliran dua sungai besar, yaitu Sungai Indus yang masih ada sampai sekarang dan Sungai Sarasvati yang mungkin telah kering pada akhir 1900 SM. Para ahli meyakini  bahwa pusat peradaban Mohejodaro terletak di Lembah Indus yang berada di timur Sungai Indus, tepatnya di provinsi Sindu Pakistan dan kota Harappa diprovinsi Punjabi, India.
Secara geografis, letak peradaban kuno ini di sebelah utara berbatasan dengan pegunungan Himalaya. Sebelah barat berbatasan dengan Pakistan. Di selatan, berbatasan dengan Samudera Hindia dan sebelah timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh.
Bangsa Dravida, Penduduk Pertama Lembah Indus
Bangsa yang pertama kali membangun peradaban Mohenjo Daro dan Harappa ini diperkirakan adalah Bangsa Dravida. Bangsa Dravida termasuk ras australoid dengan bibir tebal, kulit hitam, hidung pesek, berbadan tegap dan berambut ikal. Mereka sudah menetap dan tinggal di Lembah Indus dengan bercocok tanam sesuai keadaan alam sekitar lembah yang subur dan dialiri sungai.
Lambat laun, Lembah Indus menjadi ramai dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 30 hingga 40 ribu orang. Jumlah populasi sebanyak itu terbagi menjadi dua, yaitu wilayah administratif dan wilayah kota. Wilayah administratif adalah daerah permukiman, banyak ditemui rumah tempat tinggal padat dengan jalan raya yang saling menyilang, serta toko-toko penjual tembikar di kedua sisi jalan.
Sementara itu, wilayah kota adalah daerah pusat pemerintahan. Penghuninya adalah raja dan pimpinan lain beserta keluarganya. Antara wilayah pemukiman dan wilayah pemerintahan dibatasi pagar tinggi besar yang dilengkapi menara dan sistem saluran air bawah tanah.
Invasi Bangsa Arya
Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo-Jerman. Mereka datang dari daerah Kaukasus dan menyebar ke arah timur. Bangsa Arya memasuki wilayah India antara tahun 200-1500 SM, melalui Celah Kaibar di Pegunungan Hirnalaya.

Bangsa Arya adalah bangsa peternak dengan kehidupan yang terus mengembara. Setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang subur, akhirnya mereka hidup menetap.

Selanjutnya, mereka menduduki Lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya. Kebudayaan campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida dikenal dengan sebutan kebudayaan Hindu.

Perkembangan sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan kelanjutan ~an sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Indus. Runtuhnya Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau dikarenakan peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan yang kacau, mulai aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru. Kerajaan-kerajaan tersebut di antaranya Kerajaan Gupta dan Kerajaan Harsha.

 Kerajaan Gupta

Pendiri Kerajaan Gupta adalah Raja Candragupta I dengan pusatnya di Lembah Sungai Gangga. Pada masa pemerintahan Raja Candragupta I, agama Hindu dijadikan agama negara, namun agama Buddha masih tetap dapat berkembang.

Masa kejayaan Kerajaan Gupta terjadi pada masa pemerintahan Samudragupta (Cucu Candragupta 1). Pada masa pemerintahannya Lembah Sungai Gangga dan Lembah Sungai Indus berhasil dikuasainya dan Kota Ayodhia ditetapkan sebagai ibukota kerajaan.

Pengganti Raja Samudragupta adalah Candragupta II, yang dikenal sebagai Wikramaditiya. Ia juga bergama Hindu, namun tidak memandang rendah dan mempersulit perkembangan agama Budha. Bahkan pada masa pemerintahannya berdiri perguruan tinggi agama Buddha di Nalanda. Di bawah pemerintahan Candragupta II kehidupan rakyat semakin makmur dan sejahtera.. Kesusastraan mengalami masa gemilang. Pujangga yang terkenal pada masa ini adalah pujangga Kalidasa dengan karangannya berjudul “Syakuntala”. Perkembangan seni patung mencapai kemajuan yang juga pesat. Hal ini terlihat dari pahatan-pahatan dan patung-patung terkenal menghiasi kuil-kuil di Syanta.

Dalam-perkembangannya Kerajaan Gupta mengalami kemunduran setelah meninggalnya Raja Candragupta II. India mengalami masa kegelapan selama kurang lebih dua abad.
Kerajaan Harsha

Setelah mengalami masa kegelapan, baru pada abad ke-7 M muncul Kerajaan Harsha dengan rajanya Harshawardana. Ibu kota Kerajaan Harsha adalah Kanay. Harshawardana merupakan seorang pujangga besar. Pada masa pemerintahannya kesusastraan dan pendidikan berkembang dan pesat. Salah satu pujangga yang terkenal pada masa kerajaan Harshawardana adalah pujangga Bana dengan karyanya berjudul “Harshacarita”.

Raja Harsha pada awalnya memeluk agama Hindu, tetapi kemudian memeluk agama Buddha. Di tepi Sungai Gangga banyak dibangun wihara dan stupa, serta dibangun tempattempat penginapan dan fasilitas kesehatan. Candi-candi yang rusak diperbaiki dan membangun candi-candi baru. Setelah masa pemerintahan Raja Harshawardana hingga abad ke-1 1 M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang pernah berkuasa di Harsha.
Kebudayaan Lembah Sungai Gangga

Di Lembah Sungai Gangga inilah kebudayaan Hindu berkembang, baik di wilayah India maupun di luar India. Masyarakat Hindu memuja banyak dewa (Politeisme). Dewa-dewa tersebut, antara lain, Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewa Baruna (Dewa Laut), Dewa Agni (Dewa Api), dan lain sebagainya. Dalam agama Hindu dikenal dengan sistem kasta, yaitu pembagian kelas sosial berdasarkan warna dan kewajiban sosial. Dalam perkembangan selanjutnya, sistem kasta inilah yang menyebabkan munculnya agama Buddha. Hal ini dipelopori oleh Sidharta Gautama.

Agama Buddha mulai menyebar ke masyarakat India setelah Sidharta Gautama mencapai tahap menjadi Sang Buddha. Agama Buddha terbagi menjadi dua aliran, yaitu Buddha Mahayana dan Buddha Hinayana. Peradaban Sungai Gangga meninggalkan beberapa bentuk kebudayaan yang tinggi seperti kesusastraan, seni pahat, dan seni patung. Peradaban dari lembah sungai ini kemudian menyebar ke daerah-daerah lain di Asia termasuk di Indonesia.

Rabu, 02 April 2014

Sejarah Sumeria

 Blog ini di ambil dari klik disini.

Sumeria : Legenda Bangsa yang Turun dari Langit

Sumeria adalah sebuah peradaban umat Manusia tertua di Dunia yang terletak di wilayah Timur Tengah tercatat dalam sejarah (sekitar 3.500 - 2.300 tahun SM)  bangsa Sumeria berada di wilayah kota negara Mesopotamia kuno (Irak Tenggara) dari catatan terawal abad ke-4 SM sampai munculnya Babilonia pada abad ke-3 SM. Mereka telah mengenal bercocok tanam dan sudah memiliki sistem pengairan. Bangunan-bangunan mereka dibuat dari lumpur. Mereka juga menganut agama Politheisme (lebih dari satu tuhan/dewa).
 Letak geografis mesopotamia di masa kini
Mesopotamia on google map
Kebudayaan Sumeria dan Dewa-Dewanya
Old Map


Rabu, 12 Maret 2014

Peradaban Mesopotamia



PERADABAN MESOPOTAMIA

A.    SEJARAH SINGKAT PERADABAN MESOPOTAMIA
Mesopotamia berasal dari bahasa Yunani dari kata “Mesos (Tengah)” dan Patmos (Sungai), yang artinya “daerah diantara sungai-sungai”. Sungai yang dimaksud adalah sungai Trigis dan sungai Eufrat.
Kawasaan di lembah sungai Eufrat dan Tigris di bagi secara alami menjadi dua kawasaan yaitu Mesopotamia atas dan Mesopotamia bawah (Babilonia). Pada zaman dahulu Mesopotamia atas memiliki dua pusat peradaban utama, satu berada diwilayah Eufrat atas dan pusat yang lama terletak dimuara Zab (sungai Tigris atas). Mesopotamia bawah yang merupakan situs bangsa Sumeria dan Akkadia, secara alami juga terbagi menjadi bagian utara dan selatan. Bagian utara terpusat disekitar Babillon, sedang bagian selatan terpusat di kota-kota Sumeria seperti Lama, Esidu, dan Ur. Bangsa ini hidup pada 4000 SM dan dapat bertahan dengan melakukan irigasi.
Dilihat dari kondisi Geografi disebelah Utara Mesopotamia dibatasi oleh bukit-bukit, gunung-gunung batu, dan area pertanian. Sedangkan disebelah Selatan Mesopotamia dihiasi dengan rawa yang luas dan tanah tandus
Tahun 3500 SM – 600 SM di wilayah Irak khusunya lembah sungai Trigis berdiri beberapa kerajaan besar yang membangun peradaban dunia paling awal, seperti Sumeria, Akkad, Assyiria dan Babilonia.
Tahun 539 SM wilayah ini (Mesopotamia) dikuasai kerajaan Persia setelah mengalahkan Babilonia Baru.
Tahun 331 SM Iskandar Agung (Iskandar Dzulkarnain/Alexander The Great) mengusir bangsa Persia yang kemudian pemerintahan Yunani berkuasa di wilayah ini (Orang Yunani menyebutnya Mesopotamia).
Tahun 115 SM wilayah itu menjadi bagian dari kekaisaran Roma selama 500 tahun. Kemudian sebagian daerahnya dikuasai Persia daerah lain tetap dikuasai roma hingga datangnya Islam.
Daerah Mesopotamia ini, sekarang lebih dikenal dengan Republik Irak. Dikawasaan Mesopotamia ini, terdapat berbagai macam bangsa (suku).